Sunday, April 15, 2012

KH. M. Aswadie Syukur

0 comments

Nama lengkap beliau Prof. Drs. KH. Muhammad Asywadie Syukur, Lc beliau dilahirkan di Banua Hulu, Lahai, Barito Utara, Kalimantan Tengah pada tanggal 18 Agustus 1930, dari pasangan Syukur  dan Iyah.
KH. M. Asywadie Syukur memulai pendidikannya dasarnya di Benua Hulu, lulus tahun 1953, melanjutkan ke Sekolah Menengah Islam Pertama (SMIP) di Martapura, Kalimantan Selatan. Setamat dari SMIP melanjutkan studi ke Ma’had Buuth Islamiyah Al Azhar di Mesir. Pada tahun 1960 melanjutkan ke Fakultas Syari’ah Universitas Al-Azhar, selesai pada tahun 1965.
Selesai pendidikan, KH. M. Asywadie Syukur ditugaskan sebagai dosen Fakultas Syariah IAIN Antasari sejak tahun 1967. Setahun di kampus, beliau dipercaya sebagai Pembantu Dekan III Fakultas Tarbiyah yaitu sejak 1968 – 1970. Sejak 1970 – 1975, beliau terpilih sebagai Dekan Fakultas Tarbiyah.
Tahun 1975, beliau melanjutkan studi Universitas Al Azhar Jurusan Ushul Fiqh. Selesai studi, beliau kembali menjabat Dekan Fakultas Dakwah IAIN Antasari periode 1981 – 1983. Pada periode yang sama, beliau terpilih sebagai Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan periode 1982 – 1987. Selepas tugas sebagai Anggota DPRD, beliau kembali menjabat Dekan Fakultas Dakwah periode 1995 – 1997. Belum habis masa jabatan sebagai Dekan, kemudian dipercaya sebagai Rektor IAIN Antasari sejak tahun 1997 sampai tahun 2001. Ketika menjadi Rektor, beliau membuka Program Pascasarjana (S2) untuk Ilmu Tasawuf dan Filsafat Hukum Islam. Pada periode ini, beliau juga tercatat sebagai Anggota MPR sebagai Utusan Daerah periode 1997 – 2002.
Selain itu, KH. M. Asywadie Syukur juga dipercaya sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan sejak tahun 1980 - 1990. Kemudian periode 1995 s/d 2011 beliau kembali dipercaya sebagai Ketua MUI.
Selain aktif di MUI, KH. M. Asywadie Syukur juga aktif di beberapa organisasi seperti Pengurus Palang Merah Indonesia  (PMI) Kalimantan Selatan  tahun 1986 - 1992, Ketua Majelis Dakwah Islamiyah Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1983 – 1988, Ketua Dewan Mesjid Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1985 – 1992, Pengurus GAKARI Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1983 – 1993, Pengurus Persatuan Pertahanan Takekat Islam (PPTI) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1984 – 1993, Pengurus Ikatan Cendekiaawan Muslim Indonesia (ICMI) tahun 1991 – 2001, Ketua Badan Amil zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) Provinsi Kalimantan Selatan tahun 1995 – 1998.
KH. M. Asywadie Syukur merupakan seorang ulama yang produktif. Banyak tulisan beliau yang diterbitkan, diantaranya Filsafat Al-Qur’an (1969), Filsafat Islam (1969), Islamologi (1970), Pengantar Ilmu Agama Islam (1975), Ilmu Tasawuf (1980), Perbandingan Mazhab (1980), Apakah Hukum Islam Dipengaruhi oleh Hukum Romawi (1981), Studi Perbandingan tentang Masa dan Lingkungan Berlakunya Hukum Positif dan Fikih Islam (1990), Sejarah Perkembangan Dakwah Islam dan  Filsafat Tasawuf di Indonesia (1982), Studi Perbandingan tentang Beberapa Macam Kejahatan dalam KUHP dan Fikih Islam (1990), Filsafat Tasawuf dan Aliran-alirannya (1981), Bimbingan Ibadah Bulan Ramadhan (1982), Asas-Asas Hukum Perdata Islam (1970), Asas-asas Hukum kebenaran dan Perjanjian dalam Fikih Islam (1984), Intisari Hukum Pewarisan dalam Fikih Islam (1992), Intisari Hukum Wasiat dalam Fikih Islam (1992), Intisari Hukum Perkawinan dalam Fikih Islam (1985), Pengantar Ilmu Fikih dan Ushul Fikih (1990), Khotbah Sebagai Media dan Metode Dakwah (1982), Strategi dan Teknik Dakwah Islam (1982), Ilmu Dakwah (1970), Hukum Konstitusi dalam Fikih Islam (1990), Hukum Keuangan dalam Fikih Islam (1990), Internasional Dalam Fikih Islam (1990), Ringkasan Ilmu Perbandingan Mazhab (1983), Laporan Penelitian tentang Naskah Risalah Tuhfatur Raghibin (1990), Konsultasi Hidup dan Kehidupan 1 (2002).
Selain itu beliau juga menterjemahkan beberapa buku, seperti Dasar-Dasar Ilmu Dakwah (1979), Metodologi Ilmiah (1986), Allah Menurut Syari’ah Islam (1982), Beberapa Petunjuk untuk Juru Dakwah (1982), Kitab Sabilal Muhtadin (1967), Lima Kaidah Pokok dalam Fikih Mazhab Syafi’I (1986), Risalah Syarah Fathil Rahman (1991), Risalah Kanzil Ma’rifah (1991), Ummil Barahim (1992), Syarah Hududhi ‘ala Ummil Barahin (1992), Kitab Tanwirul Qulub (1992), Kitab Aqidatin Najin (1992), Kitab Tahqiqul Maqam ‘ala Kifayatil Awam (1992), Kritik terhadap Hadits Nur Muhammad Riwayat Abdurrazak (1983), Tasawuf dan Kritik terhadap Filsafat Tasawuf (1983), Pemikiran-pemikiran Tauhid Syekh Muhammad Sanusi (1994), Al-Milal wa Al-Nihal (2005).
KH. M. Asywadie Syukur dikenal masyarakat luas karena beliau sering mengisi siaran RRI dalam acara Konsultasi Hidup dan Kehidupan. Acara ini berisi Tanya jawab tentang syariat Islam yang sering terjadi dikehidupan sehari-hari. Jawaban beliau terasa lugas dan mengena terhadap persoalan. Sehingga masyarakat sangat menyukai acara ini, selain itu suara khas beliau sangat meneduhkan hati.
KH. M. Asywadie Syukur meninggal diusianya 71 tahun, beliau meninggal  Sabtu petang, 27 Maret 2010 di rumahnya Jalan Sultan Adam Kompleks Madani Nomor 5 Banjarmasin. Kemudian beliau dimakamkan di Martapura. Saat ini sedang dibangunkan kubah di atas areal pemakaman beliau.

0 comments:

Post a Comment